Sabtu, 14 Juli 2018

Panduan singkat memilih atau menilai Keris

Panduan singkat memilih atau menilai Keris - Ada dua faktor yang umumnya dipakai sebagai patokan dalam memilih atau menilai baik atau kurang baiknya sebuah Keris Pusaka yang akan dikoleksi. Faktor tersebut adalah :

1.Eksoteri (fisik) Keris
2.Isoteri (non fisik) Keris 

Faktor penentu penilaian Keris Pusaka :

A. Penilaian secara Fisik ( Eksoteri )
  1. Wesi ( besi ) harus merupakan besi yang baik, yaitu besi yang kandungan karbonnya sangat rendah dan dari jenis besi yang bermutu. Jaman dulu untuk mendapatkan besi yang berkualitas, Empu dibantu panjaknya melakukan proses wasuhan dengan teliti pada bahan besi calon kodokan Keris.
  2. Waja ( baja ) merupakan unsur yang menjadikan kekuatan sebilah keris, Kualitas baja yang bagus dapat menembus logam, seperti contoh : Keris karya Empu Brajaguna yang mampu menenmbus logam lainnya.
  3. Garap, nilai karya harus cermat, teliti ( digarap dengan baik ), tempaan yang padat membuat keris tidak mudah aus / grepes.
  4. Pamor, harus yang mapan dan dados, artinya bentuk dan nempatnya pamor sempurna.
  5. Sepuh ( tua ), makin tua sebuah Keris Pusaka akan makin memancarkan getaran keindahan, berbobot dan nilai Historisnya, misalnya Keris Pusaka zaman Mataram dan sebelumnya.
  6. Wutuh ( utuh ), bilah dan ragam ricikan keris sebaiknya masih berbentuk, utuh dan tidak cacat, minimal ragam ricikan keris masih utuh walaupun bagian tajam bilah dan ujung bilah ada bekas korosi.
  7. Wangun, yaitu bentuk Keris Pusaka yang menimbulkan kesan apakah keris tersebut terkesan : luwes, ramping, serasi, gagah, pideksa, dll.
  8. Guwaya, yaitu bentuk air muka (complexion), harus yang cerah (cahaya yang dipancarkan) yaitu sesuatu yang menimbulkan kesan : agung, galak, seram, lembut dan kesan sifat yang lainnya.
  9. Ampuh, terpercaya akan khasiat / tuah / angsar dari keris tersebut  dan dapat diandalkan sebagai senjata  bela diri maupun senjata pusaka.
  10. Mungguh, mutu keris harus seimbang dengan kedudukan sosial Tuannya.
  11. Tangguh, tangguhnya harus jelas (tangguh lempoh), periodisasinya harus jelas tidak samar-samar.

B. Penilaian secara non fisik ( Isoteri )
  1. Sejarah, berkaitan dengan silsilah kepemilikan keris pusaka dan historis keampuhan keris pusaka tersebut.
  2. Angsar, yaitu suasana dan pengaruh yang ditimbulkan, dapat berupa ketentraman, kedamaian, kesejahteraan maupun kekayaan.
  3. Tayuh atau tanjek, ini adalah salah satu forum atau dialog yang terjadi antara isi Keris Pusaka tersebut dengan pemiliknya atau calon pemiliknya atau orang lain yang dipercaya mampu berdialog dengan isi keris pusaka tersebut.

Demikianlah panduat singkat cara-cara menilai atau memilih Keris Pusaka yang akan Pembaca rawat atau koleksi.

Sumber : www.bursakeris.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Panduan singkat memilih atau menilai Keris

0 comments:

Posting Komentar