Sabtu, 28 Juli 2018

Berbagai Jenis Sesaji untuk Pusaka atau Tosan Aji

Berbagai Jenis Sesaji untuk Pusaka atau Tosan Aji - Keris Pusaka pada umumnya dibuat oleh Empu dalam keadaan suci lahir-batin dan dalam keadaan dekat dengan Hyang Kuasa. Karenanya sudah sepatutnya keris kita perlakukan dengan hormat sebagai tanda hormat kita kepada sang Empu tadi. Dengan bijak, kita seyogyanya tidak menghina terhadap keris sekalipun kita tidak menyukai keris. Cukuplah jika keris kita simpan di tempat yang terhormat, yang suci, dan dihormati sebagai benda yang diberkati oleh Hyang Kuasa. 


Keris perlu dirawat sebagai layaknya benda budaya yang bermutu tinggi. Merawat keris bukan berarti kita menyembah, keris kita hargai sebagai warisan leluhur yang harus dihormati. Oleh karena itu tidak pas apabila keris kita sembah sebagaimana kita menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam memberikan sesaji sebaiknya kita juga mengikuti kalender jawa itu, yaitu 35 hari sekali. Tetapi untuk mudahnya, sebaiknya dilakukan paling sedikit sekali saja setiap bulan. Umumnya di malam Jumat Kliwon atau di Selasa Kliwon atau agar lebih mudah kalau kita melakukannya misalnya setiap tanggal 1 - 10 setiap bulannya, supaya tidak lupa.

Sesaji diberikan paling sedikit sekali setiap bulan, bisa hari apa saja. Paling baik adalah hari atau malam Jum'at. Hari pasarannya bisa hari apa saja. Sesaji untuk keris jawa dan benda-benda pusaka lain yang isi gaibnya sejenis dengan isi gaib keris jawa sebaiknya menggunakan sesaji yang bernuansa jawa, karena tidak semua keris menyukai sesaji bentuk lain. Sepengetahuan Penulis sesaji yang menjadi favorit bagi gaib keris jawa adalah kemenyan jawa, cendana dan dupa. Tapi kalau sesaji-sesaji itu tidak ada, sesaji lain mungkin boleh juga.

Sesaji yang umum digunakan secara tradisional untuk keris jawa adalah sbb :

1. Kemenyan jawa
Kemenyan jawa

Penggunaan kemenyan jawa sebagai sesaji adalah dengan cara dimasukkan ke dalam bakaran arang kayu, tetapi pada jaman sekarang kemenyan itu bisa langsung dinyalakan dengan korek api. Diusahakan supaya apinya tidak menyala, hanya berasap saja. Yang menjadi sesaji adalah asap bakarannya.

Setelah asapnya keluar, paling baik adalah bilah kerisnya diasapkan di atas kemenyan itu. Tapi boleh juga kerisnya diletakkan di dekatnya dan disugestikan bahwa bakaran kemenyan itu adalah untuk kerisnya.

Jika bilah kerisnya diasapkan di atas bakaran kemenyannya, sebaiknya posisi bilah kerisnya itu jangan terlalu dekat dengan bakaran kemenyannya, karena asap yang dekat dengan kemenyannya dapat memberikan endapan minyak lengket di bilah kerisnya.

Di pasaran banyak ditemukan kemenyan  yang penggunaannya lebih praktis seperti kemenyan madu bermerk 555 yang sangat baik dan disukai oleh isi gaib keris jawa, ada juga kemenyan-kemenyan jawa dari merk lain. 

Kemenyan jawa memberikan pengaruh kegaiban yang besar pada keris jawa yang dapat juga membuat tuahnya lebih ampuh terasa dan aura wibawanya menjadi lebih menonjol keluar. Jadi kalau diinginkan kerisnya lebih terasa aura wibawanya dan lebih terasa keampuhan tuahnya sebaiknya sesajinya adalah bakaran kemenyan jawa. Hanya saja sekalipun jenis sesaji kemenyan ini efek pengaruh gaibnya besar, tetapi pada masa sekarang penggunaannya sangat tidak nyaman, karena bau asapnya terasa sekali dan akan dikatakan orang sebagai klenik.

2. Dupa
Dupa

Sesaji dupa disukai oleh banyak jenis mahluk halus secara umum, termasuk khodam keris jawa, keris kamardikan, bangsa jin, dedemit, dsb.

Pada jaman dulu penggunaan sesaji dupa ditaburkan ke dalam bakaran arang kayu, tetapi di pasaran saat ini sudah terdapat jenis dupa berbentuk kerucut dari sebuah merk. Dupa kerucut itu bisa dibakar di dalam bakaran arang kayu, bisa juga langsung dibakar dengan korek api, tidak menggunakan bakaran arang kayu lagi.

Cara penggunaan sesaji dupa sama dengan kemenyan, yaitu dibakar, tetapi diusahakan supaya apinya tidak menyala, hanya berasap saja. Yang menjadi sesaji adalah asap bakaran dupanya. Setelah asapnya keluar, paling baik adalah bilah kerisnya diasapkan di atasnya. Tapi boleh juga kerisnya diletakkan di dekatnya dan disugestikan bahwa bakaran dupa itu adalah untuk kerisnya.

Tetapi sama juga dengan kemenyan, pada masa sekarang penggunaan sesaji dupa ini sangat tidak nyaman, karena bau asapnya terasa sekali dan akan dikatakan klenik. 

3. Sesaji kembang
kembang tujuh rupa

Sesaji kembang, yaitu kembang telon (kenanga, kantil dan melati) dan kembang setaman / tujuh rupa (kembang tujuh rupa lebih baik daripada kembang telon) adalah contoh sesaji yang sangat umum digunakan dalam masyarakat jawa dalam berbagai jenis ritual. Sesaji kembang bersifat netral dan cocok untuk semua jenis keris jawa. 

Untuk keperluan sesaji, kembang-kembang tersebut ditempatkan dengan dasar daun pisang di atas piring / mangkuk dan diletakkan di dekat kerisnya atau bisa juga kerisnya diletakkan di atas kembang-kembang tersebut (keris-kerisnya dikeluarkan dulu dari sarungnya). Lebih baik lagi bila sesaji kembangnya diberi dasar daun pisang. Keesokan harinya kembang-kembangnya sudah boleh dibuang.

4. Kopi Tubruk
Kopi tubruk

Kopi tubruk manis panas bisa juga diberikan sebagai sesaji untuk keris-keris jawa (kalau tidak punya sesaji jenis lain). Yang dimaksud kopi tubruk adalah minuman kopi seperti di kampung, kopi tradisional, bisa juga kopi bermerk Kapal Api, bukan kopi modern seperti Nescafe. Sajikan di dalam gelas tanpa tutup dan diletakkan di atas meja, di dekat kerisnya. Sampaikan kepada kerisnya bahwa kopi itu adalah untuk kerisnya. Biarkan sesajinya demikian selama semalam. Esok harinya sudah boleh dibuang.

Alternatif Perawatan Keris dan Tosan Aji

Bila anda tidak rajin menjamas keris anda, saya ingin memberikan masukan sebagai alternatif, seperti yang sudah saya lakukan sendiri, untuk dilakukan oleh para pemilik keris, terutama pada penggunaan minyak cendana dan minyak melati sebagai sesaji, dengan maksud supaya perawatan kerisnya menjadi lebih sederhana (lebih praktis), tidak berbiaya mahal, tidak mengurangi kegaiban kerisnya, dan juga akan menambah kedekatan si pemilik keris dengan keris-kerisnya, dengan syarat si pemilik keris menayuh dulu kerisnya, sebelum atau sesudahnya, untuk mengetahui apakah yang dilakukannya terhadap keris-kerisnya itu cocok dengan keinginan kerisnya.
minyak singer

Sebagai alternatif perawatan, lakukanlah meminyaki keris dengan minyak cendana dan minyak melati sebagai sesaji, dicampur sedikit minyak singer (ketiganya dicampur) sebagai perawat logam supaya bilah kerisnya tidak berkarat dengan perbandingan 5 : 1 (minyak cendana 5 bagian, minyak singer 1 bagian). Pilihlah minyak cendana dan melati yang baik kualitasnya mengingat harga per cc-nya tidak mahal. 

Untuk perbandingan antara minyak singer, cendana dan melati bisa juga disesuaikan dengan tingkat kewangian minyaknya atau disesuaikan dengan selera. Secara logika bisa juga diartikan minyak singer untuk anti karat dan mencegah korosi pada bilah keris dan minyak wangi untuk mengurangi bau logam keris.

Cara penggunaannya sbb :

Minyak cendana, melati dan minyak singer dicampurkan di tempat tersendiri (di mangkok beling) dengan jumlah yang cukup untuk meminyaki keris, tidak berlebihan.  Campuran minyak tersebut dioleskan tipis-tipis saja dengan kuas atau sikat halus pada seluruh badan kerisnya. 

Jika anda cukup telaten, anda juga bisa melepaskan gagang kerisnya untuk meminyaki bagian pesi kerisnya, tetapi dalam melepaskan gagang kerisnya itu haruslah hati-hati, karena biasanya bagian pesi keris lebih karatan dan lebih keropos daripada bilah kerisnya. Saran saya baiknya peksi juga diminyaki untuk mencegah korosi pada peksi.

Setelah selesai diolesi minyak, kemudian keris-kerisnya disandarkan ke dinding dengan posisi bagian tajamnya di bawah dan diberi dasar lipatan koran atau kain, supaya minyak yang berlebihan turun mengalir ke bawah. Ada dua versi orang meminyaki dan diangin-anginkan hingga kering dan ada yang setengah basah langsung dimasukkan ke dalam rongko. 

Menurut saya kalau basahnya karena kadar minyak singer yang berlebihan masih tidak apa-apa karena minyak tersebut mengandung anti karat kalau sebaliknya karena kadar minyak wanginya yang banyak, maka baiknya ditunggu hingga kering bilahnya baru dimasukkan ke dalam rongko. Jadi tergantung perbandingan pencampuran antara minyak wangi dengan minyak singernya.

Note : minyak singer merupakan minyak yang biasa digunakan untuk meminyaki mesin jahit, motor dan dapat diperoleh di toko listrik, toko matrial, toko perabotan rumah tangga dan di toko yang menjual perlengkapan jahit, dan harganya sangat terjangkau.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Berbagai Jenis Sesaji untuk Pusaka atau Tosan Aji

0 comments:

Posting Komentar