Kamis, 11 Januari 2018

Makna dan Perbedaan Keris Pusaka Tilam Sari dan Tilam Upih

Makna dan Perbedaan Keris Pusaka Tilam Sari dan Tilam Upih - Dhapur Tilam Sari (bahasa Indonesia: tempat tidur penuh bunga) adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus yang banyak dijumpai di pulau Jawa. 

Bentuk dhapur Keris Tilam Sari sangat serupa dengan dhapur Tilam Upih yakni sama-sama memiliki gandik polos ukuran normal, tikel alis dan pejetan. Bedanya keris dhapur Tilam Sari memakai tingil yakni tonjolan kecil di ekor ganja, sementara dhapur Tilam Upih tidak menggunakan tingil. Bilah dhapur Tilam Sari umumnya tipis, permukaannya rata karena tidak memakai ada-ada maupun gusen. Sebagian pecinta keris beranggapan bahwa dhapur Tilam Sari baik untuk pria yang telah berkeluarga karena angsarnya membawa keteduhan dan ketentraman keluarga.

Keris Pusaka Tilam Sari
Keris Pusaka Tilam Sari

Ricikan Keris Pusaka Dhapur Tilam Sari : Keris ini berbentuk lurus, memakai pejetan, gandik polos, memakai tikel alis, ganja polos, tidak pakai grendeng, Tilam Sari memakai tingil yakni tonjolan kecil di ekor ganja.

Maksud di balik falsafah dari Keris dhapur Tilam Sari adalah mengambil pengertian Tilam sebagai tempat pembaringan, tempat beristirahat. Sedangkan Sari bermakna harum. wangi, semerbak. pengertian Tilam Sari adalah membawa makna bagi mendapatkan tempat berteduh yang harum semerbak baik di hadapan Tuhan Yang Maha Esa maupun ke sesama manusia.

Konsep doa dari Empu terhadap Keris Dhapur Tilam Sari adalah agar pemilik atau penghuni rumah yang merawat keris akan selalu mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, kedamaian, nama yang harum, dihormati orang disekelilingnya dan selalu mendapatkan perlindungan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Keris Pusaka Tilam Upih
Keris Pusaka Tilam Upih

Ricikan Keris Pusaka Dhapur Tilam Upih : Keris ini berbentuk lurus, memakai pejetan, gandik polos, memakai tikel alis, ganja polos, tidak pakai grendeng, Tilam Upih tidak memakai tingil yakni tonjolan kecil di ekor ganja.

Pada tahun Jawa 261 (328 Masehi), Empu Bromogedali membabar keris ber-dhapur Tilam Upih dan Balebang, sang Empu diperintahkan oleh Raja Budawake yaitu Sang Brahma yang menjelma di Negeri Sawanda kemudian nama Sawanda diubah menjadi Negeri Medang Kamulan.

Keris Pusaka Tilam Upih dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur. Diistilahkan untuk menunjukkan ketentraman keluarga dan rumah tangga. Oleh karena itu banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dhapur tilam upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak cucunya nanti bisa memperoleh ketentraman dan kesejahteraan dalam hidup berumah tangga.

Pada orang tua jaman dulu memberikan keris dhapur tilam upih secara turun temurun kepada anaknya yang menikah, artinya orang tua mendoakan anaknya agar hidup rumah tangganya baik, mulia dan berkecukupan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Makna dan Perbedaan Keris Pusaka Tilam Sari dan Tilam Upih

0 comments:

Posting Komentar