Kamis, 17 Agustus 2017

Kesaktian Tombak Pusaka Baru Kuping yang Tiada Tara

Kesaktian tombak pusaka Baru kuping memang tiada taranya, pusaka itu merupakan lidah Sang Naga Baru klinthing yang dipotong oleh Panembahan Merbabu, kakek ki Ageng Mangir Wonoboyo. Alkisah Panembahan Senapati yang sedang melakukan sidang kabinet di Bale Manguntur Kerajaan Mataram, sedang menyusun rencana strategi untuk menumpas pemberontakan separatis Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Setelah menimbang saran pendapat dari para menteri kabinet dan penasehat kerajaan Mataram II, kemudian Sultan Mataram (panembahan Senapati) menugaskan putrinya yang masih lajang itu untuk menjadi prajurit sandi. 


Singkat cerita agen rahasia kasultanan Mataram yang juga putri kedaton Mataram itu berhasil melakukan penyusupan dan melakukan penggalangan di wilayah musuh, yaitu di kemangiran. Misi rahasia yang diembannya itu dengan pengorbanan yang luar biasa yakni menyerahkan dirinya untuk dinikahi Ki Ageng Mangir. Panembahan Senapati meski hatinya sedih, tetapi demi kelangsungan hidup negara Mataram, jika perlu seluruh jiwa dan raganya pun dikorbankan untuk negara. Alkisah di hari pernikahannya Ki Ageng Mangir dikawal oleh pasukan tempur dari semua divisi tempur tanpa kecuali, mulai dari artileri medan, kavaleri, prajurit sandiyuda, brigade infanteri semua dikerahkan bak penyerbuan ke medan perang. 
Intelejen Mataram melaporkan  tentang kedatangan pasukan dari kemangiran, kemudian Pangeran Singasari dan adiknya menghadang pasukan kemangiran dan tidak boleh memasuki gerbang Manganti dengan membawa pasukan. hanya boleh membawa 40 pasukan berkuda dan tanpa senjata. di gerbang pagelaran pasukan berkuda tidak boleh memasuki gerbang Danalaya, maka Sang calon pengantin Mangir Wonosoboyo hanya diiring oleh keluarga dekat dan tidak boleh membawa senjata. Tombak Kyai Baru harus dipotong watangnya, sampai akhirnya hanya sebatas genggaman tangan. Ketika mamasuki Sitihinggil pengantin tidak boleh membawa senjata dan harus dititipkan pada juru sumbaga.

Singkat cerita kedua pengantin sudah melakukan upacara sungkeman pada kedua orang tua, ketika Mangir Wonoboyo melakukan upacara sungkem mencium kaki sang Panembahan Senapati, dengan mengerahkan aji Lebur seketi, kepala ki Ageng Mangir di tempeleng dan pecah, mati seketika.

Kesimpulannya bahwa sehebat apapun kaum separatis untuk menumbangkan sebuah tahta kerajaan akan berakhir dengan kegagalan, karena Raja adalah pemilik ilmu strategi, dan ilmu ini tidak pernah diajarkan kepada  mahasiswa dari perguruan tinggi manapun di dunia ini. Bukankah ilmu strategi memang hanya dimiliki leh Raja-raja saja ?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kesaktian Tombak Pusaka Baru Kuping yang Tiada Tara

0 comments:

Posting Komentar