Selasa, 02 Mei 2017

Mengenal Lebih Dalam Keris Pusaka Dhapur Luk 13

Keris Pusaka Dhapur Luk 13

Sejak jaman purbakala hingga saat ini, keris menemukan bentuknya yang bermacam-macam dan penuh dengan makna spiritual yang dalam dibalik pembuatanya. Orang-orang jaman sekarang akan semakin rumit bila mempelajari keris secara satu per satu, karena banyak sekali makna yang terkandung di dalam masing-masing keris.

Dari bentuknya ada dua macam jenis keris, yaitu keris lurus dan keris ber-luk (lekuk). Sebagai senjata fisik, keris lurus berfungsi murni sebagai senjata tusuk dan sabet, menjadi senjata yang diandalkan untuk menusuk dan merobek tubuh lawannya dan seperti kabanyakan senjata tarung lainnya, racun pada keris (warangan keris) akan sangat menyakitkan lawan dan bahkan bisa membunuhnya walaupun hanya tergores sedikit saja.


Tidak demikian dengan keris ber-luk. Keris ber-luk, selain sebagai senjata tusuk dan sabet, bentuk luk-nya juga berguna dalam menahan dan menangkis senjata lawan dan menghasilkan luka yang lebih besar dan lebih parah bila berhasil menusuk lawan. Yang terakhir ini sering tidak disadari oleh kebanyakan orang, karena secara filosofis jawa, hal demikian memang tidak pantas untuk diutarakan. Jadi oleh Empu pembuatnya, bentuk luk keris memang sengaja dibuat dengan tujuan lain yang tersembunyi, bukan hanya sebagai pemanis. Selain itu, bentuk keris juga menjadi pakem untuk menunjukkan makna spiritual kerisnya.  

Keris ber-luk 13 memiliki makna yaitu angka 13 dalam budaya jawa mempunyai makna yang jelek, yaitu kesialan, musibah atau malapetaka. Pembuatan keris ber-luk 13 ini dimaksudkan dengan kesaktian dan wibawa kekuasaan keris ini menjadi penangkal kesialan atau tolak bala. Keris ber-luk 13 biasanya untuk tujuan kesaktian dan wibawa kekuasaan. Contoh keris ber-luk 13 yang terkenal adalah keris Naga Sasra yang bersifat yang bersifat penguasa, pengayom, dan pelindung. Auara wibawa keris ini sangat kuat. Aura wibawanya menunjang kewibawaan pemiliknya supaya disujuti banyak orang dan wataknya sebagai pengayom dan pelindung akan selalu melindungi orang-orang yang berlindung kepadanya.

Keris Naga Sastra dan Keris Sabuk Inten adalah sepasang keris yang menjadi lambang kebesaran kerajaan Majapahit dan ketika kerajaan berakhir, pemerintahan berpindah ke kerajaan Demak, sepasang keris ini kemudian diboyong ke Demak dan dijadikan lambang kebesaran kerajaan Demak. Sayangnya di Demak, wahyu kerisnya tidak bekerja.

Kedua keris ini memiliki kesaktian yang setingkat dan sifat-sifat karekter kedua keris ini saling melengkapi. Pada masanya banyak orang, terutama para penguasa daerah, seperti kadipaten dan kabupaten yang menginginkan memiliki sepasang keris tersebut, sehingga kemudian sepasang keris tersebut banyak dibuat keris-keris tiruannya, yaitu keris-keris berdhapur Naga Sasra dan berdhapur Sabuk Inten.

Beberapa di antara keris-keris tiruan sepasang keris tersebut, bila hanya dibuat sebuah, tidak sepasang, banyak yang dibuat berdhapur Naga Sastra tetapi ber-luk 11 atau berdhapur Sabuk Inten tetapi ber-luk 13. Sengaja dibuat demikian oleh empunya dengan tujuan untuk menggambarkan bahwa keris yang hanya sebuat ini, karakter gaibnya sama dengan perpaduan karakter sepasang keris Naga Sastra dan Sabuk Inten. 

Berikut 11 dhapur keris pusaka luk 13 yang biasa kita temui :

1. Dhapur Waluring Luk 13
Ricikan Luk 13 : gandhik polos, sraweyan, thingil atau ri pandhan. Dhapur Waluring ini ada pula yang luknya hanya sebelas.

2. Dhapur Sepokal
Ricikan Luk 13 : gandhik polos, wadidang polos, cuma pakai sraweyan

3. Dhapur Johan Mangan Kala
Keris Luk 13
Johan Mangan Kala
Ricikan Luk 13 : gandhik polos, sogokan dua ukuran normal, sraweyan, dan greneng lengkap

4. Dhapur Kantar
Ricikan Luk 13 : kembang kacang, lambe gajah dua (ada yang hanya satu), blumbangan, sogokan cuma satu di depan dan sraweyan.

5. Dhapur Parungsari
Ricikan Luk 13 : kembang kacang, jenggot, lambe gajah dua, jalen memet, tikel alis, sogokan dua ukurannya normal, kruwingan dan greneng lengkap.

6. Dhapur Sengkelat
Keris Luk 13
Dhapur Sengkelat
Ricikan Luk 13 : kembang kacang, lambe gajah dua, blumbangan, sogokan dua ukuran normal, terkadang pakai jenggot, sraweyan , greneng lengkap. Bedanya yang utama dengan dhapur Parung Sari, terletak pada Tikel Alis,

7. Dhapur Bima Kurda
Ricikan Luk 13 : kembang kacang, lambe gajah satu, sraweyan, jenggot dan greneng lengkap, tanpa sogokan, tanpa tikel alis.

8. Dhapur Lung Gandhu
Ricikan Luk 13 : kembang kacang, lambe gajah satu, sraweyan, thingil. Ada pula yang hanya wadidang polos.

9. Dhapur Naga Sasra
Keris Dhapur Naga Sasra luk 13
Naga Sasra
Ricikan Luk 13 : gandhik kepala naga, biasanya bermahkota, bagian dada dari naga menyentuh ganja, sedangkan badan naga sampai buntutnya terus mengikuti badan bilah sampai ke luk 13. Ricikan lainnya adalah greneng ada yang lengkap dan ada pula yang tidak. Sebagian orang berpendapat kalau keris dhapur Naga Sasra harus kinatah emas, tapi sebagian lagi tidak kinatah emas.

10. Dhapur Naga Siluman Luk 13
Ricikan Luk 13 : gandhik kepala naga, biasanya pakai mahkota. Bagian dada dari naga menyentuh ganja, kemudian naik ke atas, menghilang ke dalam bilah.

11. Dhapur Singa Barong Luk 13
Ricikan Luk 13 : gandhik berupa Singa Barong dalam posisi duduk dengan moncong ddisumpal dengan emas. Ricikan lainnya, greneng lengkap. Penyebutan nama dhapur ini harus lengkap yaitu Singa Barong Luk 13 karena ada Singo Barong luk lainnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengenal Lebih Dalam Keris Pusaka Dhapur Luk 13

0 comments:

Posting Komentar