Selasa, 25 April 2017

Mengenal Lebih Dalam Keris Pusaka Dhapur Luk 3

Keris Luk 3

Dari bentuknya, secara garis besar, ada dua jenis keris yaitu keris lurus dan keris ber-luk, sebagai senjata fisik, keris lurus berfungsi murni sebagai senjata tusuk dan sabet, menjadi senjata yang diandalkan untuk menusuk dan merobek tubuh lawannya dan seperti kebajakan senjata tarung lainnya, racun pada  keris akan sangat menyakiti lawan dan bahkan bisa membunuh walaupun hanya tergores sedikit saja.

Tidak demikian dengan keris ber-luk. Keris ini selain sebagai senjata tusuk dan sabet, bentuk luknya juga berguna untuk menahan dan menangkis senjata lawan, tidak mudah patah bila berbenturan menangkis senjata lawan dan menghasilkan luka yang lebih lebar dan lebih parah bila berhasil menusuk lawan.  

Makna spiritual dalam pembuatan keris Luk satu dan Luk tiga hampir sama yaitu sebagai lambang kedekatan manusia dengan Sang Pencipta dan juga sebagai sarana membantu mempercepat tercapainya keinginan-keinginan sang pemilik keris. Dibandingkan keris Luk 1, kegaiban di dalam keris luk 3 lebih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi psikologis si manusia pemilik keris. Hawa aura energinya juga biasanya lebih halus dan lebih lembut

Berikut kami sajikan 19 jenis keris dhapur Luk 3 yang biasa ditemui : 

1. Dhapur Dhuwung
Ricikan Luk Tiga : gandhik polos, tanpa sogokan, tanpa greneng, bilahnya datar tanpa ada-ada. Keris dhapur Dhuwung ini termasuk langka, pemiliknya biasanya mereka yang masih tergolong muda, baik yang masih belum bekerja mau yang sudah.

2. Dhapur Wuwung
Ricikan Luk Tiga : gandhik polos tanpa sogokan, tanpa greneng, jadi hampir sama dengan keris dhapur Dhuwung, bedanya pada dhapur Wuwung, bilahnya pakai ada-ada yang cukup jelas. Bahkan kebanyakan bilahnya nggigir lembu, keris dhapur Wuwung ini termasuk dhapur langka.

3. Dhapur Mahesa Nempuh
Ricikan Luk Tiga : gandhik polos, pakai greneng, biasanya bilahnya agak tebal, tapi ada-adanya tidak jelas. Dhapur Mahesa Nempuh juga tergolong dhapur yang jarang ditemui. Biasanya dimiliki oleh mereka yang masih aktif bekerja atau masih belajar.

4. Dhapur Tebu Sauyun
Ricikan Luk Tiga : gandhiknya polos, pakai sraweyan dan pakai greneng. Dhapur Tebu Sauyun ini, agak sering dijumpai dari ke dua dhapur di atas.

5. Dhapur Urubing Dilah atau Damar Murub
Ricikan Luk Tiga : gandhik polos, pejetan, tikel alis dan greneng. Ke tiga luk dimulai dari sekitar tiga per empat panjang bilah sampai ke ujung. Dhapur keris Urubing Dilah ini biasa dipakai oleh orang-orang yang dituakan oleh masyarakat sekitarnya. 

6. Dhapur Jangkung
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, sogokan dua, lambe gajah dua, jalen, jalu memet, dan kruwingan memanjang sampai dekat ujung bilah. Keris dhapur Jangkung ini banyak diberikan untuk pemuda yang punya cita-cita tinggi, karena bentuknya membawa pertimbangan terhindar dari godaan.

7. Dhapur Jangkung Mangkurat atau Segoro Winotan
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, lambe gajah dua, jalen, dan jalu memet, sogokan dua, yang depan sampai ujung bilah dan yang belakang normal, greneng. Dhapur Jangkung Mangkurat ini sering dipakai oleh pejabat yang punya kekuasaan, agar lebih langgeng.

8. Dhapur Campur Bawur
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, lambe gajah, dua jalen dan jalu memet serta jenggot, sogokan dua. Luk pertama dimulai dari tengah-tengah bilah. Keris dhapur Campur Bawur ini juga jarang dijumpai karena agak langka.

10. Dhapur Bango Dolog
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, lambe gajah dua, jalen dan jalu memet, tanpa sogokan, dan tanpa greneng. Biasanya luk pertama dimulai dari tengah-tengah bilah.

11. Dhapur Mahesa Nabrang
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, lambe gajah, jalen, jalu memet dan greneng. Bentuk keris dhapur Mahesa Nabrang ini dipercaya membawa perlambang untuk terus maju dan menghilangkan sikap ragu.

12. Dhapur Jangkung Cinarita
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, jalen, jalu memet, tikel alis, pejetan, greneng lengkap dan sogokan dua.

13. Dhapur Jangkung Pacar
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang lambe gajah dua, jenggot, sogokan dua, sogokan depan panjang sampai ke ujung bilah, dan tanpa greneng. Sepintas dhapur keris Jangkung Pacar ini mirip dengan Jangkung Mangkurat, bedanya terletak pada greneng.

14. Dhapur Mahesa Soka
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, jalen, lambe gajah, sogokan dua, keduanya memanjang terus sampai ke ujung bilah. Ada yang memakai jenggot dan ada pula yang tidak memakai jenggot. Keris dhapur Mahesa Soka tergolong jarang dijumpai.

15. Dhapur Mayat Luk Tiga
Ricikan Luk Tiga : kembang kacang, lambe gajah dua, greneng, sraweyan, sogokan hanya satu, di belakang, ukurannya normal. Sogokan di depan disebut Sogokan Warung atau Sogokan Cupet. Jadi hanya merupakan sudut sempit di pojok Blumbangan saja. Keris ini disebut dengan Mayat Luk Tiga karena ada dhapur Mayat saja yang lurus dan Dhapur Mayat Miring.

16. Dhapur Manglar Munga
Ricikan Luk Tiga : gandhiknya berupa gambar patung gajah bersayap dengan buntut menyerupai ekor naga pendek. Ricikan lainnya yaitu greneng ataua ri panda bersusun. Beberapa dhapur Manglar Munga, bagian kepala gajah dan sayap serta buntutnya ditatah dengan hiasan emas/kinatah emas.

17. Dhapur Naga Lumaksa
Ricikan Luk Tiga : gandhiknya berupa gambar kepala naga dengan dada naga menyentuh bagian ganja, kemudian badannya ke atas mengikuti luk bilah. Pada wadidang terdapat ri pandha susun atau greneng. Ada pula yang hanya thingil. Dhapur Naga Lumaksa tergolong dhapur langka.

18. Dhapur Naga Siluman Luk Tiga
Ricikan Luk Tiga : sama dengan di atas, yang membedakan pada gandhik hanya gambar kepala naganya. Badan dan ekor tak terlihat, menyatu dengan badan bilah.

19. Dhapur Liman Luk Tiga
Ricikan Luk Tiga : sama dengan di atas, hanya di bagian gandhik dan bagian tengah sor-soran terdapat gambar gajah secara utuh lengkap dengan kaki depan, belakang dan ekornya. Biasanya gambar gajah ini kinatah emas, bahkan ada yang  dihias dengan intan atau berlian, ricikan lainnya yaitu greneng. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengenal Lebih Dalam Keris Pusaka Dhapur Luk 3

0 comments:

Posting Komentar